Khulu Adalah Perceraian yang Diinisiasi oleh Istri, Begini Penjelasan Lengkapnya Menurut Hukum Islam

khulu adalah

Pernyataan cerai maupun talak tak hanya dilakukan oleh para lelaki sebagai suami sekaligus pemimpin rumah tangga. Namun, pihak perempuan sebagai istri juga dapat mengajukan perceraian agar berpisah dengan suaminya. Perceraian yang diinisiasi oleh istri ini dalam Islam dikenal dengan sebutan Khulu.

Bagi Anda yang belum mengetahui khulu secara mendalam, maka bisa simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga: Suami Tak Peduli Perasaan Istri? Coba Lakukan Hal Ini

Pengertian Khulu

Secara bahasa, khulu adalah melepas, menanggalkan atau mencopot. Sementara khulu secara istilah, yaitu memutuskan suatu hubungan pernikahan dengan istri yang bersedia membayar iwald alias ganti rugi kepada pemilik akad, yaitu suami melalui perkataan tertentu.

Terkait ganti rugi yang dibebankan, sebenarnya pendapat dari para ulama cenderung berbeda-beda. Ada sebagian jumhur ulama yang memperbolehkan suami untuk mengambil tebusan atau ganti rugi tersebut. Sementara ulama lainnya sepakat melarang pengambilan harta itu, kecuali jika hubungan rumah tangga memang rusak karena disebabkan oleh istri sendiri.

Permulaan khulu dalam Islam berdasarkan pada sebuah riwayat dari Malik r.a. Disana diceritakan bahwa ada seorang istri yang sangat membenci suaminya, namun sang suami sangat mencintai istrinya tersebut. Hal ini membuat Rasulullah SAW kemudian menceraikan mereka berdua melalui khulu.

Hukum Khulu

Menurut Bidayatul Mujtahid, khulu menjadi bagian dari jenis-jenis talak. Pada dasarnya, talak memiliki hukum makruh berdasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW, yaitu “Suatu perbuatan halal yang sangat Allah SWT benci adalah tindakan talak atau perceraian”. Sabda Nabi SAW ini berdasarkan pada hadist riwayat Abu Daud, Ibn Majah serta Al-Hakim.

Sementara itu, mengutip dari buku Alquran dan Perempuan yang ditulis oleh Prof. Dr. Zaitunah Subhan, menyatakan bahwa jumhur ulama memperbolehkan adanya khulu, sebagaimana diperbolehkannya nikah serta talak dalam Islam. Meskipun begitu, hukum bolehnya Khulu ini hanya pada saat ada sebabnya. Jika tidak ada sebabnya, maka hukumnya akan menjadi makruh dan dilarang.

Penyebab Adanya Khulu

Ada beberapa penyebab kenapa seorang istri ingin mengajukan khulu kepada suaminya, yaitu:

  • Seorang istri yang tidak menyukai tindakan atau sikap suaminya karena melakukan perbuatan yang dilarang agama, seperti mabuk-mabukan, berjudi, kikir dan sebagainya.
  • Suami memiliki penyakit yang sifatnya permanen, misalnya lepra, impoten dan lainnya.
  • Pihak suami tidak memberikan nafkah kepada sang istri.
  • Suami pergi meninggalkan istri dan anak-anaknya tanpa ada kabar beritanya dalam jangka waktu lama.

Dalam Islam, seorang suami dilarang untuk meminta khulu kepada sang istri dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan maupun harta dari istrinya tersebut. Hal ini tercantum dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 20 sampai 21.

Selain itu, melansir dari buku Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashi yang ditulis oleh Ibnu Rusyd, menjelaskan bahwa khulu dapat dilakukan oleh seorang istri dalam keadaan suci maupun haid. Sehingga, khulu sepenuhnya berada dalam tangan istri, dimana pihak suami tidak bisa ikut campur ke dalamnya.

Para jumhur ulama juga berpendapat bahwa suami tidak boleh meminta rujuk dengan sang istri, sebab harta sudah dikeluarkan istri semasa proses perceraian. Apabila suami ingin mengembalikan ganti rugi tresebut, maka mereka boleh kembali rujuk. Hal ini dilakukan sebelum masa iddah terpenuhi dalam waktu tertentu.

Dari penjelasan di atas, kini Anda sudah tahu bahwa khulu adalah suatu pernyataan cerai yang dilakukan oleh pihak istri. Jadi, bisa disimpulkan bahwa kata ‘perceraian’ tak hanya dilakukan oleh pihak suami saja, melainkan pihak istri juga bisa melakukannya. Namun, tindakan ini harus dilakukan dengan matang atau ketika sudah tidak ada jalan keluar lagi dalam hubungan rumah tangga.

Baca juga: 5 Film Mafia Romantis Terbaik dan Paling Seru

Leave a Reply

Your email address will not be published.